09 May 2008
Finally find the song
udah lama banget aku cari-cari di mal-mal tapi kebanyakan gak ada yang jual. tapi tau gak akhirnya aku dapat dari tukang cd di pinggir jalan di jembatan busway......... pas aku pulang kantor. hehehe. bajakan..bajakan deh.... hiks. Apalagi kalau liat konser livenya, pas masih jadi suaminya Tommy Motola..........suaranya kereeeen banget.........
mmhh sayup sayup masih terdengar neh suaranya mariah................
.......Lying beside you here in the dark
.......Feeling your heart beat with mine, mine
.......Softly you whisper
.......Youre so sincere
.......How could our love be so blind
.......We sailed on together
.......We drifted apart
......And here you are by my side
......So now I come to you with open arms
......Nothing to hide
......Believe what I say
......So (here) here I am with open arms (open arms)
......Hoping youll see what your love means to me
......Open arms
......Living without you
......Living alone
......This empty house seems so cold
......Wanting to hold you
......Wanting you near
......How much I wanted you home
......But now that youve come back
......Turned night into day
......I need you to stay (stay)
......Yes
......So now I come to you with open arms (open arms)
......Nothing to hide
......Believe what I say
......So here I am with open arms (open arms)
.......Hoping youll see what your love means to me
......Open arms
......Arms
......Arms
26 April 2008
Ayat-ayat cinta, the phenomenon
bagaimana perasaan anda saat menonton , terkesan, terharu atau malah tertawa ?? hehehe
kalau boleh saya berkomentar,,,,, yang psti saya bukanlah kritikus film atau juri, tetapi sebagai penikm film yang sangat bangga akan perkembangan film indonesia saat ini, saya merasa perlu untuk sekedar menumpahkan uneg2 saya disini, hehehe.
menurut sy ada banyak kekurangannya (emang sudah jamak banget kalau novel pasti jauh lebih bagus daripada filmnya) walau harus diakui ada sisi menarik juga dalam film ini
1. Adalah sangat mengganggu ketika orang mesir digambarkan bisa berbahasa indonesia, menurut ku bahasa mesir dengan attachment subtittle indonesia malah lebih bagus.
2. Kayaknya gak ada orang mesir (atau yang menyerupai mesir) yang main di film itu, padahal cerita itu mengambil setting negara mesir.... sangat aneh bila gak ada orang mesir atau minim orang mesir (arab) yang berperan disitu.
3. Extension film yang menceritakan maria "diperlama" meninggalnya dan sempat mengecap kehidupan perkawinan dengan fahri dengan segala suka dan dukanya sangat terkesan dipaksakan
beda banget ma novelnya ..........
emang sih mungkin si hanung ingin memberikan pesan bahwa " Ini lho poligami.........kalau kamu poligami mungkin kejadiannya gak jauh beda dengan yang dialami oleh si fahri, aisha, dan maria..." akan tetapi kayaknya ektent film itu terkesan dipaksakan.........sehingga gak smooth banget kesannnya ...
3. Pemilihan peran Fahri dan Aisha kuranggggg banget.
Fahri masih harus mengasah peran lebih banyak lagi, demi menggambarkan sifat fahri yang tekun, dan pantang menyerah walaupun dari segi muka dia sangat mendukung dengan paras yang innocent dan kalem.
Aisha......o la la.... kurang banget...gaya MTV nya masih terlihat sekilas dalam setiap aksennya........kurang sreg lah dalam menjiwai peran ini. Akting Rianti masih lebih bagus di film DBijis.
sebenarnya masih ada sih beberapa yang terasa kurang pas , akan tetapi 3 itu merupakan besaran pokok yang sampai saat ini masih terasa nuansanya.
tapi bukan tidak berarti film ini gak bagus, ada kok beberapa fragmen yang membuat saya merinding, senyum, dan terharu
1. Hanung jago banget dalam mengambil angel2 yang indah........dari karya dia,mesir terkesan indah banget. segala frame lewat film itu terasa indah, dan artistik...... bagus.....
2. Ada fragmen yang membuat hati ini tak kuasa menahan air mata.... , iya serius aku terharu banget ..... ketika adegan di penjara dimana si fahri dan orang gila bersitegang , dan keluar nasihat dari si orang gila bahwa dalam islam, sabar dan ikhlas adalah yang utama......... nasehat itu nendang banget........mmmhh....Goooood......(nonton lagi pas adegan itu pasti merinding lagi)
3. Pemilihan karakter maria sangat mendukung, gaya cerianya, mukanya (yang agak kearaban) sangat mendukung chemistri film itu.
Aan
14 April 2008
Hanya Arsenal yang tidak berpesta
bener-bener antiklimaks neh the gunners justru pada saat pertandingan memasuki saat-saat akhir. Kehadiran van persie tidak banayak menolong arsenal mengejar ketinggalan poin dari mu yang semakin kokoh di puncak.
dengan 4 laga pertandingan tersisa, tak pelak hanya keajaiban yang bisa membawa arsenal sebagai kampiun....
sebel....
4 pertandingan tersisa...
menunggu....
11 April 2008
Ketika aku mencintai-Mu
Ketika Aku Mencintai-Mu
Merasakan kelembutan dan kerbepihakan-Mu padaku
Membuatku lupa
Akan derita sebagai manusia
Akan derita sebagai yang papa
Akan derita sebagai yang terhina
Akan derita terpenjara
Akan derita kesepian dan merana
Merasakan dekap peluk-Mu dan kehadiran-Mu didekatku
Meng-ikhlaskanku terbelenggu
Meng-ikhlaskanku teraniaya
Meng-ikhlaskanku dirundung duka
Meng-ikhlaskanku bermandikan lara
Meng-ikhlaskanku berlari tanpa suara..
Asalkan, Engkau memberiku kebebasan
Untuk terus dapat mencintai-Mu
In english
When I Falling In Love With You
By dewi
Felt your gentle and your hand in my shoulder
Make me forget…!
About my suffering as human being
About my suffering in my poverty
About my suffering in my abjection
About my suffering to life in my prison
About my suffering in my loneliness and ignored
Felt your hold and your present inside me
Sincerity me in fetters
Sincerity me in mistreated.
Sincerity me in my sorrow
Sincerity me in my pain
Sincerity me in my muteness running
Everything paying with your mercy
Everything paying with your love to me
more than anything.
And I can stop loving you forever and ever…..
La illaha Ila Allah...!
sorry all. aku gak nulis puisi ini. aku ngambil dari site sebelah tepatnya dari mbak Yulyani Dewi (yulyanidewi.multiply.com).
such a inspirational poem.
that make me feel comfort.... that beside of my sad in the world, there are ultimate happiness in hereafter....so ...keep on going.... life is about to struggle. it can never stop till we die.......
thanks mbak yulyani dewi ....
09 April 2008
Arsenal.... Arsene....Ariyo....Aaaaarrrgghhhh...,,,,,,,,,,,,
Gila aja sampai pekan ini, arsenal masih saja mengkhawatirkan, ..masak alasannya ngalah terus kayak pekan2 kemaren....basi kaleeeee.
pesan om Ariyo untuk om Arsene.......maju terus om....maksimalin theo Walcott donk, Go for it......
14 February 2008
Corporate Social Responsibility
Arti CSR
Sebagai karyawan di bidang Perbankan, mungkin istilah Corporate Social Responsibility (CSR) tidak sering kita dengar sehari-hari, tidak seperti seringnya kita mendengar istilah kredit, debet, utang, bonus, bahkan UMG (Uang Muka Gaji). Hal itu terjadi karena jauh korelasi antara CSR dengan pekerjaan kita. Akan tetapi bila kita renungkan, banyak nilai yang terkandung dalam CSR(value loaded).
Dari sisi bahasa
Versi CSR menurut world bank adalah komitmen dari bisnis untuk berkontribusi bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kehidupan sehingga berdampak baik bagi bisnis sekaligus baik bagi kehidupan sosial.
Dalam arti bebas, CSR kurang lebih dimaksud sebagai komitmen dunia usaha untuk terus menerus bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi , bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya sekaligus juga peningkatan kualitas komunitas lokal dan masyarakat secara lebih luas.
Mengapa CSR itu penting ?
Istilah CSR sebenarnya timbul dari serangkaian program yang diselenggarakan oleh badan-badan dunia sebagai akibat resahnya masyarakat global akan dampak yang ditimbulkan oleh hasil produksi perusahaan. Dampak tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan atau alam sekitar, akan tetapi juga berpengaruh secara langsung ataupun tidak langsung terhadap kehidupan masyarakat sekitar.
Oleh karena itu dalam melakukan aktivitas produksi, walaupun tujuan utama adalah maksimalisasi profit, akan tetapi sudah sepatutnya bagi setiap perusahaan untuk memperhatikan kaidah-kaidah sosial dan lingkungan.
Alasan perusahaan menerapkan SCR bisa diklasifikasikan dalam 3 Golongan :
1. Golongan pertama, sekedar basa-basi dan keterpaksaan, artinya CSR dipraktekkan lebih karena faktor eksternal (external driven), faktor sosial (social driven), faktor lingkungan (environmental driven) dan faktor reputasi (reputation driven).
Contoh yang paling dekat adalah bencana tsunami di Aceh yang telah meluluhlantakkan tatanan yang ada baik sosial maupun lingkungan yang mau tidak mau membuat hampir seluruh perusahaan berbondong-bondong memberikan bantuan dengan berbagai kepentingan, walaupun tidak dipungkiri bahwa banyak juga yang membantu atas dasar ketulusan.
2. Golongan kedua, dilakukan agar sesuai dengan peraturan (compliance). Artinya CSR ini diterapkan karena ada regulasi, undang-undang dan peraturan yang mengaturnya.
Sebagai contoh diterapkannya peraturan ecolabeling pada perusahaan furniture, dimana furniture yang dihasilkan akan diberi label apabila proses pembuatannya telah memperhatikan faktor lingkungan.
Contoh lainnya adalah penerapan kebijakan dalam pemberian pinjaman dana oleh bank-bank Eropa. Umumnya bank-bank Eropa hanya akan memberikan pinjaman kepada perusahaan perkebunan di
3. Golongan yang ketiga adalah golongan dimana CSR sudah dianggap sebagai budaya kerja perusahaan. Artinya pada golongan ini, perusahaan sudah mempunyai mindset bahwa sejalan dengan maksimalisasi profit, kesejahteraan sosial dan lingkungan harus tetap dikembangkan seiring sejalan. Dalam fase ini CSR sudah tidak lagi dianggap sebagai keterpaksaan akan tetapi merupakan kebutuhan dengan dasar pemikiran bahwa menggantungkan perusahaan pada kesehatan finansial saja tidak akan berlangsung lama jika tidak diimbangi dengan pengembangan sosial dan lingkungan.
Kesadaran tentang pentingnya mempraktikkan CSR ini menjadi tren global seiring dengan semakin maraknya kepedulian masyarakat global terhadap produk-produk yang ramah lingkungan dan diproduksi dengan memperhatikan kaidah-kaidah sosial dan prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM). Sebagai contoh, boikot terhadap produk sepatu Nike oleh warga di negara Eropa dan Amerika Serikat terjadi ketika pabrik pembuat sepatu Nike di Asia dan Afrika diberitakan mempekerjakan anak di bawah umur.
Sekarang ini masih banyak perusahaan yang belum menerapkan CSR nya secara berkelanjutan karena masih banyak pemikiran bahwa CSR yang dilaksanakan tidak mampu menambah hasil keuangan dalam jangka pendek saja tetapi hanya akan menambah beban (cost).
Konsep semacam itu harus dihilangkan. CSR akan memberikan dampak baik langsung ataupun tidak langsung di masa yang akan datang. Investor akan mempercayakan investasinya kepada perusahaan yang memiliki citra yang baik di mata masyarakat umum. Oleh karena dengan dilaksakannya CSR secara berkesinambungan maka akan tercipta kualitas perusahaan yang baik, secara finansial maupun secara persepsional. Sehingga CSR bukan dipandang lagi sebagai biaya akan tetapu merupakan investasi yang akan dipetik hasilnya di masa yang akan datang.
Agar CSR bisa dijalankan secara terus-menerus (sustainable), sebaiknya perusahaan sudah mulai meninggalkan konsep single bottom line berubah kepada prinsip triple bottom line
Single bottlom line didasarkan pada pemikiran bahwa kemakmuran perusahaan hanya diukur dari kondisi keuangannya saja.
Sedangkan konsep triple bottom line berpijak pada pemikiran bahwa selain mengejar keuntungan, perusahaan juga harus melihat sisi kesejahteraan sosial dengan tak lupa memperhatikan kesejahteraan lingkungan. Atau dikenal dengan istilah 3P (Profit, People, Planet).
1. Profit (untung)
Merupakan tujuan utama dari setiap perusahaan. Setiap perusahaan pasti akan berlomba-lomba untuk menaikkan profit dengan meningkatkan produktivitas dan menghemat biaya serendah mungkin.
2. People (masyarakat)
Tak pelak masyarakat merupakan unsur penting pada perusahaan. Setiap perusahaan yang berdiri akan dikelilingi oleh masyarakat disekitarnya. Sudah seharusnya apabila perusahaan ingin tetap eksis dan acceptable, maka tanggung jawab sosial harus perlu disertakan.
3. Planet (lingkungan)
Hubungan kita (perusahaan dalam hal ini) terhadap lingkungan adalah hubungan sebab akibat. Intinya segala hasil yang ditimbulkan oleh lingkungan tergantung bagaimana perlakuan kita terhadapnya, apabila kita lalai dalam merawat lingkungan, lingkungan akan memberikan dampak yang buruk terhadap kita, sebagai contoh banjir dan erosi yang timbul karena penebangan liar. Begitupula sebaliknya apabila kita merawat lingkungan, lingkungan pun akan memberikan hasil yang baik kepada kita. Keberlanjutan perusahaan hanya akan terjamin apabila perusahaan memperhatikan dimensi sosial dan lingkungan hidup. Sudah menjadi fakta bagaimana resistensi masyarakat sekitar muncul ke permukaan terhadap perusahaan yang dianggap tidak memperhatikan lingkungan hidup. Contohnya adalah kasus PT Newmont..
CSR di BNI
Sebenarnya BNI bukanlah suatu perusahaan yang dampak dari produksi nya berkaitan langsung dengan lingkungan. Tidak seperti perusahaan pertambangan atau perusahaan konveksi yang pembuangan limbahnya sangat berpengaruh terhadap lingkungan.
Akan tetapi hal ini tidaklah menjadi alasan bagi BNI untuk tidak menjalankan CSR yang berkaitan dengan lingkungan.
BNI peduli dengan CSR, hal ini tercermin dari slogan BNI berbagi.
Melaui program BNI berbagi, banyak aktivitas yang telah dilakukan dalam membantu dan mensejahterakan kehidupan sosial dan kesegaran lingkungan. Diantaranya adalah :
1. Di bidang pendidikan BNI menggelar program “ayo membaca, ayo menabung” di 120 Sekolah Dasar. Hal ini merupakan kepedulian BNI terhadap dunia pendidikan sekaligus bimbingan bagaimana hidup hemat dengan menabung terhadap anak-anak SD.
2. Di bidang keagamaan BNI menyelenggarakan ibadah haji gratis, terhadap orang-orang yang tidak mampu yang selama ini telah mendarmabaktikan hidupnya pada bidang agama, seperti ustadz, takmir masjid, guru agama dan lain-lain.
BNI juga membantu dalam pembangunan TPA-TPA serta tempat ibadah agama lainnya seperti gereja, pura dan lain-lain.
3. Di bidang sosial, BNI telah banyak sekali menyelenggarakan program bazaar murah di setiap wilayah di
4. Di bidang sarana dan prasarana umum, BNI merencanakan, mengimplementasikan, dan mendukung pengembangan prasarana dan sarana demi kelangsungan taraf hidup komunitas yang lebih baik, diantaranya adalah dengan memberi bantuan fasilitas air bersih bagi warga gunung kidul yang mengalami kekeringan dalam bentuk 120 tanki air dan 6 unit mobil tanki.
Selain itu BNI juga memberikan bantuan 2 unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gambut berkapasitas 10 lt/dtk bagi warga desa Bengkuring dan Lempake.
5. Di bidang kemitraan, dalam rangka usaha BNI dalam membina dan memajukan usaha kecil, pada tanggal 21 Februari 2006 BNI telah melakukan penandatanganan MOU dengan 17 Rektor Perguruan Tinggi di Hotel Shangri-La, Jakarta. Perguruan Tinggi selaku inkubator dalam penyaluran kredit kemitraan.
6. Di bidang lingkungan hidup, BNI berperan serta dalam proses penghijauan di
7. Dan masih banyak lagi program BNI berbagi lainnya yang diselenggarakan demi kemakmuran masyarakat dan lingkungan.
Menurut penulis BNI sudah bagus dalam penerapan CSR nya. Disamping itu pula dengan mengumumkannya kepada publik (melalui website) terhadap aktivitas-aktivitas sosial yang dilakukannya akan menambah reputasi dan citra positif dari investor dan masyarakat umum.
Akan tetapi tidak dapat dipungkira bahwa disaat yang bersamaan kompetitor BNI juga melakukan hal yang sama demi membentuk pencitraan mereka. Oleh karena itu BNI harus kreatif dalam menjalankan program CSR sehingga dapat menambah nilai lebih daripada perusahaan lainnya. Untuk itu program CSR BNI harus dilaksanakan secara serius, dimulai suatu mindset mulai dari manajemen atas (direksi dan komisaris) sampai ke bawah bahwa CSR merupakan investasi jangka panjang dimana CSR tidak lagi dianggap sebagai suatu keharusan namun merupakan suatu kebutuhan. CSR bukan merupakan liabilitas akan tetapi merupakan ekuitas (modal sosial). Dan semua harus memiliki satu visi bahwa usaha akan dapat sustain (berkelanjutan) apabila disamping memiliki modal finansial juga memiliki modal sosial.
Keseriusan program CSR dimulai dari alokasi dana. Pihak direksi harus concern terhadap alokasi dana ini. agar CSR bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, sebisa mungkin alokasi dana dini disisihkan dari setiap laba bersih yang dihasilkan. Dengan alokasi dana yang tersedia BNI nantinya bisa merencanakan secara matang kegiata-kegiatan sosial yang bisa dilakukan dengan melihat kemampuan yang ada.
Penulis saat ini bekerja di kantor pusat dan indekost di daerah karet setiabudi. Dalam kehidupan sehari-hari. Dalam perjalanan pulang pergi dari kantor ke kos dan sebaliknya serta melihat kondisi kota besar secara keseluruhan, penulis melihat ada 3 hal ironis dari sekian banyaknya hal-hal yang tidak terjangkau dibalik megahnya bangunan-bangunan yang ada di daerah Jakarta, khususnya di daerah Sudirman.
1. Masih banyak pengangguran yang didominasi oleh pemuda usia lulus SMA keatas. Pekerjaan sehari-hari mereka pada akhirnya adalah sebagai tukang ojeg yang sebenarnya hal ini justru menambah volume ojeg yang ada di
2. Masih terdapat masjid dan musholla yang masih minim sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan TPA.
3. Banyaknya pengemis khususnya anak-anak kecil yang tidak sekolah yang ada di sekitar BNI khususnya yang terjadi pada siang hari ketika makan siang. Hal ini sudah sangat lazim di setiap tempat-tempat makan di perkantoran di
4. Masih banyaknya pemukiman liar di tepi sungai, khususnya yang nampak adalah pemukiman liar di bagian atas kolong jembatan daerah dukuh atas.
Untuk itu penulis menyarankan hendaknya BNI yang berlokasi di kantor besar mem follow up kondisi-kondisi diatas.
1. Kondisi yang pertama, BNI harus bekerja sama dengan karang-taruna terkait atau pemuka – pemuka kelurahan setempat untuk bermusyawarah bagaimana baiknya dan apa yang harus dilakukan.
Dengan tetap disertai analisa cost dan benefit, BNI mungkin bisa menyalurkan dana dengan pinjaman sangat lunak atau bahkan dengan bunga 0% kepada karang taruna atau lembaga terkait untuk mengelola dan menyalurkan dananya kepada masyarakat atau pemuda yang berpotensi untuk maju, dengan tetap melakukan monitoring terhadap perkembangan aliran dana.
Ingat, hal ini pada awalnya memang terasa berat, akan tetapi dengan segala perencanaan yang matang dan tepat, hal ini bisa menjadi keuntungan BNI baik secara finansial maupun secara sosial.
2. Untuk kondisi no 2 sebenarnya hal ini sudah jarang terjadi di daerah sudirman, akan tetapi jika melihat kondisi-kondisi di daerah lain, seperti di daerah terminal, daerah pasar induk yang banyak perkampungan penduduk , hal-hal semacam ini sering terlihat.
Untuk itu BNI (atau bisa bekerja sama melalui unit syariah) agar bisa mengakomodir masalah-masalah yang dihadapi masjid dan musholla yang bersangkutan.
BNI bisa berkonsultasi dengan pemuka agama setempat, takmir masjid untuk mencari solusinya. dan akan menjadi suatu nilai tambah bagi BNI (keuntungan) apabila pihak takmir ataupun pemuka agama di masjid/musholla bisa mempercayakan pengelolaan tromol infaknya di BNI atau BNI syariah.
3. Untuk kondisi ke-3 dan ke-4, sebenarnya hal ini merupakan masalah bersama bangsa. Inilah generasi yang lahir dari semakin lebarnya gap antara golongan kaya dan golongan miskin. Inilah generasi yang lahir dari semakin lebarnya gap antara pembangunan fisik dengan pembangunan sosial.
Untuk itu BNI bisa bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait (LSM ataupun pihak ketiga lainnya) untuk mengelola masalah ini, agar orang-orang yang tinggal di pemukiman liar dan pengemis (khususnya anak-anak) bisa berubah ke arah yang lebih baik. Minimal BNI sudah berusaha di lingkungan terdekatnya untuk peduli terhadap kondisi semacam ini.
Dalam menerapkan program CSR nya BNI bisa bekerja sama dengan lembaga sosial atau kemanusiaan.
Ada beberapa hal positif bagi perusahaan apabila bersinergi dengan lembaga sosial/kemanusiaan dalam menjalankan aktivitas CSR-nya.
1. Perusahaan berkesempatan terlibat dalam konsep, strategi, bahkan bisa mengkolaborasikan aktivitas kepedulian bersama core business-nya.
2. Strategi keberlanjutan bisnis dikorelasikan dengan keselarasan masyarakat (khususnya environment) efektif dengan melakukan kemitraan bersama masyarakat setempat (local source). Mediasi pada local source, lebih mudah dilakukan dengan pendekatan sosial kemanusiaan.
3. Konsekuensi logis dari sebuah program yang memberi manfaat bagi banyak pihak, adalah hadirnya simpati dari publik. Media memberi perhatian positif. Keempat,
4. Terjadi proses transfer knowledge dari perusahaan untuk management improvement dalam penyelenggaraan aktivitas sosial kemanusiaan. Profesionalisme sosial membutuhkan kecanggihan manajemen, SDM berkualitas, pengelolaan dana yang baik, kesemuanya terjadi dari interaksi dan saling bagi ilmu. Dalam sinergi ini juga terjadi transfer value. Dalam menjalankan core business-nya, perusahaan dapat lebih memberi perhatian untuk kemanusiaan, memperkuat orientasi spiritual dan konsisten untuk concern dalam aktivitas sosial.
Setalah CSR ini diterapkan, maka untuk melihat sejauh mana efektifitasnya, diperlukaan parameter atau indikator untuk mengukurnya. 2 indikator yang dapat digunakan adalah indikator internal dan indikator eksternal.
1. Indikator internal
a. Mimimize
Keberhasilan CSR akan meminimalisir perselisihan atau potensi konflik antara perusahaan dan lingkungan sekitar
b. Kolektibility
Terjadi penambahan dalam tingkat penyaluran dan kualitas yang bagus terhadap kolektibilitas (hal ini terjadi untuk CSR dalam hal kemitraan bagi pemuda ataupun pengusaha kecil).
2. Indikator eksternal
a. Indikator ekonomi
i. terjadi pertambahan kualitas sarana dan prasarana umum.
ii. Tingkat kemandirian masyarakat meningkat secara ekonomi
iii. Kualitas hidup masyarakat meningkat.
b. Indikator sosial
i. Gejolak sosial / konflik yang semakin kecil
ii. Hubungan yang meningkat antara perusahaan dengan masyarakat sekitar
iii. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap perusahaan tersebut meningkat (dilakukan dengan survey kepuasan)
Dari hal-hal yang ditulis diatas, suatu konsep CSR akan berjalan optimal apabila semua pihak (baik share holder maupun stake holder) mempunyai kemauan, kemampuan dan kesadaran untuk menerapkannya dengan serius.
Benar kata Amartya Sen, pemenang hadiah Nobel bidang ekonomi tahun 1998, di bukunya "Development as Freedom" bahwa pembangunan bukanlah sederetan angka-angka yang menjabarkan suatu indikator tertentu. Akan tetapi, pembangunan pada akhirnya adalah suatu proses yang "membebaskan" masyarakat, yang membebaskan masyarakat untuk berdemokrasi, untuk memperoleh pendidikan dan kesehatan yang layak, terjamin hak-hak asasinya, serta terbebas dari kemiskinan yang membelengunya.
08 January 2008
Prelude 2008
january ini sebenernya januari yang penuh warna bagi ku, serius santai dan penuh harap.
serius karena di tahun 2008 ini banyak banget peluang yang sebenernya bisa diraih.. seize the day.......
santai karena praktis lately belum ada tugas audit, jadi masih berkutat pada aktivitas refreshing, suatu aktivitas yang menyenangkan, mengenyangkan sekaligus membosankan kalau kita tidak serius memperhatikan.
27 December 2007
Pertama
Sebenernya dengan blog ini, aku pengen banget menulis. pengen banget mencurahkan apa yang kudengar, kuraba, dan kurasa (seperti lagunya ... ah lupa).
in brief, aku ingin banget melatih kemampuan otakku, kemampuan rasaku dalam menerjemahkan seluruh ide dan uneg2 yang berkecamuk dalam pikiran kedalam bentuk tulisan dengan kalimat yang nantinya bisa lebih informatif, easy to be absorbed, bisa lebih terstruktur, pokoknya enak dibaca deh...syukur2 bisa membuat pembaca tersenyum, mrengut, tertawa, sedih, terharu, mengejek ataupun geleng2 gak ngerti yang bermuara pada sebuah komentar dan kritik membangun yang aku sangat harapkan.
kata orang dengan menulis kita bisa menjadi lebih bijak dan arif dalam menyikapi permasalahan..., i want to be like that.
So....here is my blog ....with all of my weakness.....hope u ll enjoy it